Cari Blog Ini

Memuat...

Google Traslator

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Senin, 05 Desember 2011

Makalah Kebudayaan Primitif, Agraris dan Industrial



A. Kebudayaan Primitif Agraris

Berbicara tentang masalah primitif, maka kita akan berbicara tentang kehidupan masyarakat desa. Begitu pula, kehidupan desa selalu dikaitkan dengan kehidupan agraris, yaitu kelompok masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian di bidang pertanian. Desa sebagai penghasil pangan utama, menjadi tumpuan bagi masyarakat kota.
Menurut Bintarto, desa mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :
Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, serta penggunaannya.
Penduduk, meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan persebaran dan mata pencaharian penduduk setempat.
Tata kehidupan, dalam hal ini pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan.

Maju mundurnya sebuah desa bergantung dari tiga unsur ini yang dalam kenyataannya ditentukan oleh faktor usaha manusia (human efforts) dan tata geografi (geographical setting). Adapun menurut Paul H. Landis, desa adalah daerah yang penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Mempunyai pergaulan yang saling mengenal antara beberapa ribu jiwa,
b. Memiliki perhatian dan perasaan yang sama dan kuat tentang kesukaan terhadap adat kebiasaan,
c. Memiliki cara berusaha (dalam hal ekonomi), yaitu agraris pada umumnya, dan sangat dipengaruhi oleh keadaan alam, seperti : iklim, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris bersifat sambilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar